Aku, Dea Dan Ryo adalah sepasang sahabat sejak kelas 2 SMU sampai kini kami duduk di bangku kuliah semester akhir. Banyak orang tahu kalau aku menjalin hubungan dengan Ryo tapi tidak ada yang tahu kalau aku juga punya hubungan lain selain Ryo, karena mereka pikir aku hanya punya satu kekasih dan satu sahabat yaitu Dea padahal Dea adalah sahabat sekaligus pasangan bercintaku. Aku seorang gadis bisexsual aku begitu menikmati ketika Ryo mencumbuku begitupun ketika Dea mencumbuku aku merasa getaran yang sama-sama mengalirkan kenikmatan dalam sekujur tubuhku.
Jangankan orang lain Ryo saja menganggap kalau Da adalah sahabatku, bahkan tidak jarang Ryo menjodohkan Dea dengan teman-temannya namun tak ada yang sukses bagimana Dea mau berhubungan dengan cowok orang dia lesbian tulen beda denganku, aku seorang bisexsual jadi ketika melakukan permainan sex seperti dalam cerita dewasa aku benar-benar menikmatinya. Tapi Dea selalu membuang rasa cemburunya bahkan dia pernah bilang selama bersama Ryo tidak apa-apa aku menjalin hubungan asal jangan dekat-dekat yang lain. Aku merasa kebutuhan sexku di penuhi oleh dua orang ini.
Di kampus aku sama-sama dekat dengan keduanya tapi aku bermesraan dengan Ryo karena takut ketahuan oleh semua, terkadang Dea berkumpul dengan teman cewek kami tapi aku tidak merasa cemburu seperti dirinya
“Sayang…malam minggu ini…kita ke puncak ya…” Kataku pada Ryo ketika kami di kampus
“Oke….dengan satu syarat ….”
“Apaan..pake syarat segala…” Kataku sambil bergelayut pada lengannya, diapun berkata
“Bisa nggak kalau kita jalan berdua aja nggak usah bareng Dea” Aku terdiam mendengar kata Ryo bagaimana kalau Dea tahu, aku nggak bisa ngejelasin kalau dia sampai ngambek, kasihan juga aku melihatnya.

Disaat sepulang kuliah aku bareng Dea kami masih mampir ke cafe buat makan di sana kami berbincang
“Dea aku mo ngomongin sesuatu sama kamu…” Kataku penuh hati-hati
“Ngomongin apa…bilang aja”
“Gini weekend ini aku ingin keluar berdua bareng Ryo…”
“Trus…” Kata Dea cuek
“ya ..kalau kamu ngijinin…aku berangkat kalau nggak ya…nggak papa”
“Kamu kira aku nggak akan ngertiin kamu….kalian pergi saja nggak usah khawatir sama aku….”
“Makasih sayang……”
Kamipun melanjutkan makan kami walau aku tahu ada kekecewaan dalam mata Dea, tapi di satu sisi aku memang ingin kencam berdua dengan Ryo.
“Sayang…malam minggu ini…kita ke puncak ya…” Kataku pada Ryo ketika kami di kampus
“Oke….dengan satu syarat ….”
“Apaan..pake syarat segala…” Kataku sambil bergelayut pada lengannya, diapun berkata
“Bisa nggak kalau kita jalan berdua aja nggak usah bareng Dea” Aku terdiam mendengar kata Ryo bagaimana kalau Dea tahu, aku nggak bisa ngejelasin kalau dia sampai ngambek, kasihan juga aku melihatnya.
Disaat sepulang kuliah aku bareng Dea kami masih mampir ke cafe buat makan di sana kami berbincang
“Dea aku mo ngomongin sesuatu sama kamu…” Kataku penuh hati-hati
“Ngomongin apa…bilang aja”
“Gini weekend ini aku ingin keluar berdua bareng Ryo…”
“Trus…” Kata Dea cuek
“ya ..kalau kamu ngijinin…aku berangkat kalau nggak ya…nggak papa”
“Kamu kira aku nggak akan ngertiin kamu….kalian pergi saja nggak usah khawatir sama aku….”
“Makasih sayang……”
Kamipun melanjutkan makan kami walau aku tahu ada kekecewaan dalam mata Dea, tapi di satu sisi aku memang ingin kencam berdua dengan Ryo.
Seperti yang telah di rencanakan aku berakhir pekan dengan Ryo berdua saja kami menuju puncak, ketika sampai di sana kami melepas lelah dan pada malamnya ketika kami selesai makan malam aku memeluk Ryo yang saat itu sedang menyikat giginya
“Sayang..sekarang aku sadar baru kali ini kita pergi berdua ”
“Lalu.” Jawab Ryo singkat
Akupun pura-pura cemberut dan meninggalkannya, Ryo pun mengejarku ketika dia teriakan namaku aku tetap berjalan meninggalkannya, sampai akhirnya dia berhasil mengejarku dan memelukku dari belakang namun aku tetap melangkah dan diapun tetap melangkah sembari memelukku dari belakang.
“Sayang..sekarang aku sadar baru kali ini kita pergi berdua ”
“Lalu.” Jawab Ryo singkat
Akupun pura-pura cemberut dan meninggalkannya, Ryo pun mengejarku ketika dia teriakan namaku aku tetap berjalan meninggalkannya, sampai akhirnya dia berhasil mengejarku dan memelukku dari belakang namun aku tetap melangkah dan diapun tetap melangkah sembari memelukku dari belakang.
Akhirnya aku sampai di dalam kamar dan Ryo membalikkan tubuhku dengan penuh kemesraan dia mencium leherku lalu turun keperutku hingga akhirnya dia jongkok di depanku dia sekilas menatap memekku yang masih terbungkus Cd akhirnya dia lepas baju malamku dan dengan telanjang dan hanya CD yang menempel di tubuhku Ryo terus membenamkan wajahnya pada memekku dan diapun menyingkap Cd ku hingga dia permainkan lidahnya di dalam memekku, dan akupun menggelinjang
“Aggh….terusssss.Ryo.”
“Kamu suka…kamu suka ini…” Berkali kali Ryo menarik dan memainkan lidahnya ke dalam lubang memekku hingga aku merasa geli dan nikmat yang berbarengan.
“Aggh….terusssss.Ryo.”
“Kamu suka…kamu suka ini…” Berkali kali Ryo menarik dan memainkan lidahnya ke dalam lubang memekku hingga aku merasa geli dan nikmat yang berbarengan.
Ketika lama Ryo memainkan lidahnya pad lubang memekku kini dia menyuruhku untuk berjongkok dan melakukan hal yang sama pada kontolnya, aku menatap kontolnya betapa aku suka dengan benda satu ini meskipun sma-sama membuatku puas namun kontol Ryo lebih memuaskan daripada memek Dea, karena kontol dapat menghentakkan dinding-dinding di dalam lubang memekku
“Terus sayang..”
“Aggghh……agh.” Akupun tak sanggup mengulum kontol yang sudah semakin membesar.
Akhirnya Ryo membaringkan tubuhku di atas tempat tidur. Dia kembali melumat bibir bawahku dan membenamkan wajahnya kedalamnya.
“Terus sayang..”
“Aggghh……agh.” Akupun tak sanggup mengulum kontol yang sudah semakin membesar.
Akhirnya Ryo membaringkan tubuhku di atas tempat tidur. Dia kembali melumat bibir bawahku dan membenamkan wajahnya kedalamnya.
Setelah itu dia merangkak menindih tubuhku saat itu aku siap merangkul tubuhnya saat dia menggoyangku, dia masukkan kontlnya kedalam kemaluanku dan menggoyang dengan irama pelan
“Uggggghhhhhhh……..ughhhngh….”
“Ryo….enak sayang.”
“Rasakan sayang…..enak genjotanku.”
Akupun mengangguk seraya menggigit bibirku menahan nikmat yang sungguh luar biasa.
“Uggggghhhhhhh……..ughhhngh….”
“Ryo….enak sayang.”
“Rasakan sayang…..enak genjotanku.”
Akupun mengangguk seraya menggigit bibirku menahan nikmat yang sungguh luar biasa.
Di saat Ryo semakin cepat menggoyang pantatnya akupun mengimbangi dengan menggoyang pantatku dari bawah, hingga dia semakin mantap mengoyangku, semakin lama semakin cepat goyangan Ryo akupun kelimpungan mengimbanginya. Sampai akhirnya dia mengejang seperti akan memuntahkan spermanya dan benar saja aku merasakan semburan hangat dari dalam lubang memekku dan hangatnya dari semburan larva kontol Ryo.
Kamipun lemas dan saling mendekap di atas tempat tidur aku benar-benar ingin menikmati kebersamaanku dengan Ryo sebelum besok bertemu dengan Dea lagi, karena sungguh Dia lebih banyak cemburunya daripada Ryo sedangkan aku masih mencintai keduanya dan tidak sanggup jika saat ini harus kehilangan salah satunya, entahlah mungkin hingga nanti atau kapan aku bisa merahasiakan hubungan ini.
Sumber : CeritaBlue
0 Response to "Cerita Dewasa Kisah Sex Di Puncak"
Post a Comment