Acha panggilanku saat ini aku masih kuliah tahap awal yakni semester awal, namun untuk urusan cerita dewasa aku sudah sering melakukan hal itu. Sudah biasa di lingkunganku seorang gadis yang sering menjajakan diri meski ada yang secara sembunyi tapi ada juga yang secara terang-terangan. Beda juga dengan aksiku, tiap hari aku berangkat kampus sepeeti biasanya.
Di kampus aku juga menjalin hubungan dengan seorang cowok teman sekelasku juga. Namanya Virgo bersamanya akupun sering melakukan cerita dewasa, dan dia juga tahu kalau aku mempunyai pekerjaan yang berhubungan dengan cerita sex tapi dia msih saja mau berhubungan denganku. Dan aku tidak memperdulikan apa dia tulus mencintai aku atau tidak, selama aku mencintainya.
karena bagiku mempunyai pekerjaan kotor seperti ini sudah bagus mempunyai seorang cowok, yang sudah tahu pula jadi kita tidak perlu menyembunyikan hal itu darinya. Tidak jarang pula Virgo mengantarku ke hotel tempatku melakukan hal itu. Dan dia terkadang menungguku di lobi hotel, tapi kalau waktunya lumayan lama aku menyuruhnya pergi, kasihan juga melihatnya menunggu.
Selama ini pula aku tidak pernah sampai terbawa hatiku pada pria yang bersetubuh denganku. Walau banyak dari mereka yang mengajakku menjalin hubungan lebih serius tapi aku menolaknya. Hingga aku bertemu dengan salah satu pris yang sudah berumur 42 tahun, GIovaNo namanya tapi aku bias memanggilnya Om Gio. Dia sering mengajakku kencan, bersamanya aku merasakan sesuatu.
Hingga Virgo saja ada curiga padaku, katanya kalau ada kencan dengan Om Gio mukaku berseri. karena itu jika ada telpon dari Om Gio aku bilang kalau dari klien lain. Dan Virgo tidak menaruh curiga karena selama ini aku memang tidak pernah berbohong padanya. Seperti sore itu aku bilang pada Virgo kalau aku ada janji, diapun menawarkan untuk mengantarku.
Tapi aku tolak dengan alasan dia akan menjemputku. Setelah keluar dari dalam kampus, akupun masuk dalam mobil yang sudah menjemputku. Aku lihat kalau Virgo sempat mengintip orang yang bersamaku, untungnya aku bilang sama Om Gio kalau dia harus menyuruh orang lain untuk menjemputku dan dengan mobil yang berbeda pula. Kemudia sopir Om Gio itu mengantarku ke sebuah hotel.
Di dalam kamar aku belum melihat Om Gio, dan aku sudah tahu dari orang suruhannya tadi kalau Om Gio masih ada rapat. Akupun menunggu dengan mandi di kamar mandi hotel tersebut. Serasa segar tubuhku akupun memakai kembali bajuku. Setelah itu ada pelayan hotel yang mengetuk pintu dan dia membawakan hidangan makan malam untukku katanya pesanan dari pak Gio.
Akupun menyantap makanan itu, hingga aku beristirahat di depan Tv setelah menonton akupun merasa kantuk. Entah berapa lama aku tertidur di sofa kamar hotel tersebut, hingga akhirnya aku terbangun dengan suara ketikan laptop di sampingku. Ketika aku membuka mata, terlihat Om Gio membuka laptopnya dan kini tubuhku sudah berada di tempat tidur, mungkin Om Gio membopongku tadi.
Aku menatapnya dia begitu terlihat gagah dengan rahang yang begitu menampakkan kelakiannya. Dengan bentuk tubuhnya yang begitu atletis menunjukan kalau dia senang merawat dirinya. Saat itu dia melihatku, ” Sudah bangun…” Katanya dengan lembut ” Kok nggak bangunin Acha sich om…” Kataku sambil mendekat dan tertidur di pangkuannya.
Saat itu juga Om Gio menutup laptopnya, sambil membelai rambutku di pangkuannya dia bilang ” Kalau kamu capek tidur aja lagi..” Aku menengadah dan kamipun saling bertatapan mata, dengan penuh mesra aku tarik lehernya hingga bibir kami bersentuhan dan kamipun saling melumat di atas tempat tidur iru, hingga akhirnya Om Gio merebahkan tubunya juga.
Kamipun saling bergumul dan kembali melumatklan bibir. Lama juga kami saling pagut dengan pelan aku buka baju Om Gio, diapun membantu tanganku hingga akhirnya diapun sudah telanjang bulat. ” Kamu nggak capek …” katanya padaku dan hal inilah yang membuatku memberi nilai lebih pada Om Gio dari pria lain yang bermain cerita dewasa denganku.
Saat itu juga aku turun menggerayangi tubuh Om Gio dan ketika mataku menatap kontol milik Om Gio. Yang sudah menunggu untuk di emot oleh mulutku, pelan aku kecup ujungnya kemudian semakin dalam aku memasukkan kontolnya dalam mulutku, setelah itu aku melakukan gerakan maju mundurkan kontolnya dalam mulutku, layaknya dalam cerita dewasa dan lama-lama akupun menghisapnya.
Hisapan mulutku itu yang membuat Om Gio kelabakan ” Oouugghhh…Acha…oouugghh…oouuugghh…pelan…sa..yang..oouugghh… ” Kini dia membelalakkan matanya sepertinya dia begitu menikmatinya. Dengan semakin memainkan kontolnya yang aku hisap dengan sekuat tenaga dan sesekali tanganku mengocoknya dengan perlahan namun akhirnya aku percepat juga kocokan tanganku.
Melihat Om Gio begitu terhanyut dengan kulumanku, akhirnya aku lepas kontolnya dalam mulutku. Tapi bukan diam aku langsung melumat buah pelirnya yang semula diua kini sudah menyatu. Dengan memainkannya pula aku emot dua telor itu sampai-sampai Om Gio menarik rambutku, begitu dia mendekat pada bibirku kembali dia melumat bibirku dengan penuh bergairah.
Aku hanya bisa membalas lumatannya, dan setelah agak lama akupun kembali mengemot buah zakarnya. Dengan memandanginya sebentar aku ingin melihatnya sebelum aku emot kontol itu lagi, dan aku langsung memasukkannnya dalam mulutku kembali dan megulumnya bahkan sampai aku menghisap kontol itu dengan begitu kuatnya membuat Om GIo mendesha-desah.
Dia membelai kepalaku dan menarik tubuhku untuk segera menindihnya. Ketika tubuhku sudah sama bugilnya. Akupun memasukkan kontol Om Gio ke dalam memekku, setelah aku rasa kontol itu menyusup masuk dalam memekku. Akhirnya akupun bergerak turun naik dari atas tubuhnya ” Acha…oouugghh…oouuugghh…oouugghhh….. ” Desahan nafsu Om Gio sudah memuncak. Seperti pemain dalam cerita dewasa.
Bahkan dia meremas tetekku yang menggantung sambil ikut bergoyang. Mengikuti irama goyanganku dan aku merasa sakit sekaligus enak juga menikmati remasan tangannya yang begitu keras ” Om…Sa..kit…Pe..lan…Om…oooouuuugghhh…oouugghh….aaaaagggghhhh…..enak….Om…aaagghhh.. ” Terasa remasan tangannya sudah pelan dan begitu lembut di tetekku.
Mungkin Om Gio sudah merasa akan segera mencapai puncak klimaks. Dia balikkan tubuhnya hingga sekarang dia berada di atas tubuh bugilku, dengan cepat dia masukkan kontolnya ke dalam memekku dan bergerak ke atas dan ke bawah dengan pelan namun terasa tekanan keras yang dia sundulkan pada memekku, sungguh cerita dewasa yang memuaskan setelah lama melakukan hal itu akhirnya Om Gio mengejang.
Kontolnya kini semakin dalam ke liang senggamaku, dan dia hanya menekan kontolnya itu. Dengan tubuh yang mengejang dan bercucuran keringat. Sedangkan aku memeluk tubuhnya dari bawah ” Uugghhhh…uuugghhh…a..ku…ke..luar…Cha……aaagghhh….nik….mat…Cha….aaagghhh.. ” Mendengar desahan dan kata Om Gio aku tersenyum, lega rasanya bisa memuaskan Om Gio.
Karena selama ini aku memang begitu senang bila, Om Gio menelponku dan mengajakku kencan ” Kamu capek..biar malam ini kamu tidur di sini dengan Om Ya..” Aku memandang wajahnya tanpa berkata aku mencium wajahnya, dan mendekapnya dengan erat, tiba-tiba ada telpon dan aku lihat kalau Virgo menelponku. Aku mengabaikannya karena aku ingin berada dalam dekapan Om Gio malam ini.
0 Response to "ABG Doyan Ngentot Dengan Om"
Post a Comment