Perkenalkan namaku Feri pengalamanku disaat aku usia 20 tahun, waktu dulu aku memang jauh dari keluargaku, jadi aku lebih bebas dan tak terkontrol dengan pergaulan mungkin karena aku dimanja dan di fasilitas yang berlebihan.
Aku punya teman bernama Irma, dia mempunyai wajah cantik dan tinggi yang semampai posturnya ideal dengan potongan yang pendek dan payudara yang lumayan besar jika berfantasi dengan dia membuat selalu ketagihan.
Jika Irma memakai celana jeans ketat akan terlihat sangat seksi Irma usianya saat itu sekitar 19 tahun dan baru saja lulus SMA. Aku sudah beberapa kali em-el dengannya, tetapi pengalaman yang terakhir aku alami dengannya sangat berkesan bagiku, aku terlibat pesta orgy dengannya.
Ceritanya pada suatu hari aku pergi dengan Irma dan adiknya, Santi, ke rumah salah seorang saudaranya. Santi secara fisik berbeda dengan Irma, Santi lebih pendek tetapi tubuhnya putih montok. Kami berkunjung ke rumah Wulan.
Di sana ternyata sudah ada Adit, pacar Wulan. Keadaan rumah wulan sangat sepi karena keluarganya sedang menghadiri undangan di luar kota. Kami berlima kemudian terlibat obrolan seru sambil diselingi minum minuman keras Jack Daniel yang sudah dicampur dengan buah vita.
Aku juga mengeluarkan 3 linting ganja yang kami hisap bersama bergantian. Tidak berapa lama kami mulai mabuk. Wulan dan Adit permisi ke loteng atas karena akan menonton TV di lantai dua. Aku, Irma dan Santi melanjutkan perbincangan.
Saat asik menikmati minuman keras samar-samar kami mendengar suara erangan dari kamar atas. Kami bertiga saling berpandangan. Irma tersenyum geli dan kemudian mengajak aku dan Santi untuk mengintip ke atas.
Santi menolak untuk ikut ke atas, akhirnya aku dan Irma dengan berjingkat-jingkat menaiki tangga ke atas untuk melihat apa yang sedang Wulan dan Adit lakukan. Di ruang tengah atas ternyata keadaan sepi. TV masih menyala tetapi Wulan dan Adit tidak tampak di sana.
Aku dan Irma kemudian mendekati satu-satunya kamar yang ada di lantai atas. Semakin dekat semakin terdengar suara-suara yang “mencurigakan”. Dengan perlahan Irma menyingkap tirai hordeng kamar atas, maka tampaklah pemandangan yang luar biasa bagiku.
Adit dan Wulan dalam keadaan bugil tampak sedang bersetubuh. Adit tampak sedang menindih tubuh Wulan. Posisi mereka membelakangi jendela kamar sehingga kami dapat melihat jelas penis Adit yang keluar masuk lubang memek Wulan.
Baru kali ini aku melihat orang lain bersetubuh di depanku sehingga aku mengalami sensasi yang luar biasa. Tiba-tiba Irma menarik tanganku ke sofa di ruang tengah. Nampaknya dia juga terangsang melihat pemandangan di kamar itu.
Dengan bernafsu Irma melumat bibirku sementara tangannya meremas-remas penisku. Aku tidak mau ketinggalan, kuremas-remas kedua buah pantat Irma. Irma kemudian menunduk di depanku, dengan cepat dibukanya resleting celanaku sehingga penisku yang sudah menegang menyembul ke luar dari celanaku.
Dengan sigap Irma langsung mengulum batang penisku, sementara tangannya menyusup ke dalam bajuku dan mengusap-usap puting susuku. Birahiku benar-benar terbakar.
Tanganku memegangi kepala Irma dan mendorongnya maju mundur sementara Irma terasa mengelus-elus kepala penisku. Tak berapa lama Irma berdiri dan melepaskan celananya. Maka tampaklah memeknya yang menggelembung ditumbuhi oleh bulu-bulu halus .
Irma kemudian naik ke atas sofa dan menungging di hadapanku, tampaknya ia sudah tidak tahan dan ingin aku segera menyetubuhinya. Aku tidak mau terburu-buru. Ku singkapkan buah pantatnya maka tampaklah belahan memeknya yang merah menganga di depanku.
Aku kemudian menjilati memeknya. Ku hisap bibir memek dan itilnya. Sesekali kujilati lubang pantatnya dan ku gigit kedua buah pantatnya. Tak lama kemudian aku berdiri di belakangnya. Perlahan-lahan ku masukan batang penisku ke lubang memeknya.
Memeknya yang basah membuat penisku dengan mudah masuk ke dalamnya. Irma mengerang, wajahnya di tutupkan ke bantal sofa. Aku mulai menggenjot pantatku maju mundur, suara pahaku yang beradu dengan pantatnya membuatku semakin bernafsu.
Tak berapa lama Irma mengangkat kepalanya , pantatnya didorong ke belakang sehingga batang penisku hampir masuk semua ke lubang memeknya. “Ah, Ver, aku mau keluar nih, ah..”, erangnya. Aku semakin cepat menggenjot pantatku.
Aku pun sudah tak tahan lagi karena bibir memek Irma erat sekali mencengkram batang penisku. Tiba-tiba Irma menjerit kecil, ia mengalami orgasme, aku semakin kuat mengocok penisku di lubang memeknya.
Tak berapa lama akupun mengalami ejakulasi. Ku tekan penisku dalam-dalam ke lubang memeknya. Spermaku muncrat di dalam memeknya. Aku kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan penisku.
Irma tampak duduk di sofa membersihkan lubang memeknya dari spermaku dengan tisu. Agak lama aku di kamar mandi karena dengkulku masih lemas karena persetubuhan tadi. Selesai membersihkan penisku, aku kembali ke ruang TV.
Sesampainya di sana aku disuguhi pemandangan yang luar biasa. Irma tampak duduk di sofa, Wulan berjongkok di selangkangan Irma melakukan oral sex. Adit berdiri di atas sofa sementara Irma tampak mengulum batang penisnya.
Birahiku naik kembali, aku hampiri mereka dan kembali kubuka celana jeansku. Ku elus-elus pantat Wulan yang besar. Ku masukan jari tengahku ke lubang memek Wulan. Memek Wulan masih basah, mungkin karena sperma Adit belum kering di lubang memeknya.
Aku mengocok-ngocok jariku dengan cepat di lubang memek Wulan. Aku tidak tahan, segera saja ku masukan penisku ke lubang memek Wulan dan ku genjot pantatku maju mundur. Wulan semakin rakus menjilati memek Irma sementara Irma asik mengulum penis Adit sambil tangannya meremas-remas buah zakar Adit.
Tangan Adit tampak menggerayangi ke dua payudara Irma. Tiba-tiba aku mendengar suara langkah menaiki tangga. Rupanya Santi menyusul kami ke atas. Melihat pemandangan yang ada di depan matanya Santi tampak tertegun.
Tapi kemudian perlahan Santi menghampiri kami. Santi berdiri di sampingku. Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan. Kutarik tubuhnya dan kulumat bibirnya sementara penisku terus keluar masuk lubang memek Wulan.
Aku singkapkan baju dan BH Santi ke atas, maka menyembulah kedua susu Santi yang putih bulat. Dengan rakus ku hisap kedua susu Santi bergantian kiri kanan. Puting susunya terasa mengeras di dalam mulutku.
Adit kemudian menghampiri Santi dari belakang. Tangannya membuka resleting celana Santi dan memelorotkannya ke bawah. Di tariknya Santi ke atas Sofa di samping Irma. Santi menungging di atas sofa, mulutnya menghisap payudara Irma, sementara ku lihat Adit memasukan penisnya ke lubang Memek Santi.
Pemandangan yang luar biasa indah, Santi sang adik menjilati payudara Irma, kakaknya, sementara Adit asik mengerjai lubang memek Santi dari belakang. Karena aku dan Adit sudah ejakulasi sebelumnya, kami mampu bertahan cukup lama. Selang 15 Menit Wulan mengerang, dia mengalami orgasme. cairan memeknya membasahi batang penisku.
Wulan kemudian tersungkur ke lantai karena kelelahan. Adit kemudian mencabut penisnya dari lubang memek Santi. Adit berjongkok di selangkangan Irma. Perlahan dimasukannya batang penisnya ke lubang memek Irma.
Aku tidak tinggal diam. Ku hampiri Santi dan kusetubuhi dia dari belakang. Tanganku mencengkram buah pantat Santi sementara penisku mengocok-ngocok lubang memeknya. Lubang memek Santi masih sempit.
Mungkin karena pengalaman sex-nya belum sebanyak kakak dan saudaranya. Berselang 30 menit, Adit mengerang, tampaknya dia sudah mau “sampai”. Adit mencabut penisnya dari lubang memek Irma, disemprotkannya cairan spermanya ke dada Irma.
Sperma Adit tampak membasahi payudara Irma. Adit kemudian menyorongkan penisnya ke mulut Santi. Santi kemudian menjilati dan menyedot sisa-sisa sperma Adit dari kepala penisnya.
Santi juga sudah mau sampai, di sedotnya dengan keras batang penis Adit sementara pantatnya terasa mengejang tanda Santi sudah orgasme. Adit ambruk kelelahan ke lantai menyusul Wulan. Akupun sudah mau sampai.
Ku tekan kuat-kuat batang penisku ke lubang memek Santi. Aku mengerang nikmat ketika spermaku muncrat membasahi dinding-dinding lubang memek Santi. Akhirnya kami berlima ambruk ke lantai karena kelelahan.
Kami baru bangun ketika hari menjelang malam dan kami pun harus pulang karena keluarga Wulan akan segera sampai ke rumah. Itulah pengalamanku yang tak akan aku lupakan. Pengalaman Orgy yang pertama dan terakhir bagiku.
Irma dan Santi saat ini sudah menikah dan memiliki anak. Wulan menikah dengan Adit tapi tak lama kemudian mereka bercerai. Aku tidak pernah berjumpa lagi dengan mereka. Hanya kenangan tentang mereka saja yang akan menemani hari-hariku ke depan.
0 Response to "Cerita Seks Gadis Bertiga"
Post a Comment